Tuesday, May 19, 2026

Keuntungan Berkurban Bagi Kaum Muslimin dan Umat Muslim

 


Ibadah kurban merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim, khususnya pada Hari Raya Idul Adha. Berkurban tidak hanya menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi simbol kepedulian sosial dan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan.

terdefinisi dalam alquran dan hadits

1. Surah Al-Kautsar Ayat 2


فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Fa shalli lirabbika wanhar


Artinya

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.”

(QS. Al-Kautsar: 2)


Ayat ini menjadi salah satu dasar perintah ibadah kurban bagi umat Muslim sebagai bentuk ibadah dan rasa syukur kepada Allah SWT.


2. Surah Al-Hajj Ayat 37


لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنكُمْ


Lan yanaalallaha luhuumuhaa wa laa dimaa-uhaa wa laakin yanaaluhut taqwaa minkum

Artinya

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.”

(QS. Al-Hajj: 37)


Ayat ini menjelaskan bahwa inti ibadah kurban bukan pada hewan yang disembelih, tetapi pada keikhlasan dan ketakwaan orang yang melaksanakannya.


Hadits Tentang Berkurban

1. Hadits Keutamaan Kurban


مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلًا أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ


Maa ‘amila ibnu Aadama yauman nahri ‘amalan ahabba ilallahi min ihraaqid dam

Artinya

“Tidak ada suatu amalan yang dilakukan anak Adam pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai Allah selain mengalirkan darah (hewan kurban).”

(HR. Tirmidzi)


2. Hadits Tentang Pahala Kurban


بِكُلِّ شَعْرَةٍ حَسَنَةٌ

Bikulli sya’ratin hasanah

Artinya

“Pada setiap helai bulunya terdapat satu kebaikan.”

(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)


Hadits ini menjelaskan besarnya pahala yang diberikan Allah SWT kepada orang yang berkurban.

- Hikmah Berkurban Dalam Islam

- Mendekatkan diri kepada Allah SWT

- Menumbuhkan rasa syukur

- Melatih keikhlasan dan pengorbanan

- Membantu fakir miskin dan sesama Muslim

- Mempererat ukhuwah Islamiyah


Tradisi kurban berasal dari kisah Nabi Ibrahim AS yang dengan penuh keikhlasan menjalankan perintah Allah SWT untuk mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS. Karena ketaatan dan keikhlasan tersebut, Allah menggantikan Nabi Ismail dengan seekor hewan kurban.

1. Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT

Keuntungan utama berkurban adalah meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa yang sampai kepada Allah bukanlah daging atau darah hewan kurban, melainkan ketakwaan dari orang yang melaksanakannya.

Dengan berkurban, seorang Muslim belajar untuk ikhlas, taat, dan rela berbagi demi mengharap ridha Allah SWT.

2. Menumbuhkan Rasa Syukur

Berkurban menjadi salah satu bentuk rasa syukur atas rezeki dan nikmat kehidupan yang telah diberikan Allah SWT. Tidak semua orang memiliki kemampuan untuk berkurban, sehingga kesempatan tersebut menjadi bentuk keberkahan yang patut disyukuri.

Melalui ibadah kurban, umat Muslim diajarkan untuk tidak hanya menikmati nikmat sendiri, tetapi juga membagikannya kepada orang lain.

3. Membantu Sesama dan Mempererat Solidaritas

Daging kurban biasanya dibagikan kepada masyarakat, terutama fakir miskin dan orang yang membutuhkan. Hal ini memberikan kebahagiaan bagi mereka yang jarang menikmati makanan bergizi seperti daging.

Selain itu, pembagian kurban juga mempererat hubungan sosial antarwarga, memperkuat rasa persaudaraan, dan meningkatkan kepedulian antar sesama Muslim.

4. Melatih Keikhlasan dan Pengorbanan

Berkurban mengajarkan nilai pengorbanan dan keikhlasan. Seorang Muslim rela mengeluarkan sebagian hartanya untuk membeli hewan kurban demi menjalankan perintah Allah SWT.

Nilai ini sangat penting dalam kehidupan sehari-hari karena melatih manusia agar tidak terlalu mencintai harta dunia secara berlebihan.

5. Mendapatkan Pahala dan Keberkahan

Ibadah kurban memiliki pahala yang besar di sisi Allah SWT. Dalam berbagai hadis disebutkan bahwa setiap bagian dari hewan kurban mengandung pahala bagi orang yang melaksanakannya.

Selain pahala, kurban juga dipercaya membawa keberkahan dalam kehidupan, baik dari segi rezeki, kesehatan, maupun ketenangan hati.

6. Menjadi Sarana Pendidikan Keluarga

Kegiatan kurban juga dapat menjadi sarana pendidikan bagi anak-anak dan keluarga. Mereka belajar tentang pentingnya berbagi, keikhlasan, dan nilai-nilai agama sejak dini.

Anak-anak yang melihat proses kurban akan memahami bahwa Islam mengajarkan kasih sayang, kepedulian, dan pengorbanan demi kebaikan bersama.

Berkurban bukan hanya sekadar menyembelih hewan, tetapi merupakan ibadah yang penuh makna spiritual dan sosial. Dengan berkurban, umat Muslim dapat meningkatkan ketakwaan, mempererat persaudaraan, membantu sesama, serta memperoleh pahala dan keberkahan dari Allah SWT.

Semoga setiap ibadah kurban yang dilakukan menjadi amal saleh yang diterima dan membawa manfaat bagi banyak orang dan Semoga ibadah kurban yang dilakukan menjadi amal saleh yang diterima Allah SWT dan membawa keberkahan bagi kehidupan kita.

Tuesday, April 16, 2024

Keutamaan Bulan Suci Ramadhan berdasarakan Hadist Nabi Muhammad SAW



Berdaasarkan hadist dan ulama-ulama terkemuka di tanah air Indonesia, salah satu keutamaan Bulan Ramadan berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW adalah bahwa bulan ini merupakan bulan di mana pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Hal ini disebutkan dalam sebuah hadis riwayat Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:


"Apabila datang bulan Ramadan, dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu." (HR. Bukhari dan Muslim)


Hal ini menunjukkan bahwa Bulan Ramadan merupakan waktu yang istimewa di mana peluang untuk mendapatkan keberkahan dan ampunan dari Allah SWT lebih besar, karena setan-setan dibelenggu dan kesempatan untuk berbuat kebaikan lebih mudah diperoleh. Oleh karena itu, umat Islam diwajibkan untuk memperbanyak ibadah, amal saleh, dan memperbaiki diri selama Bulan Ramadan.

Adapun amalan-amalan pada bulan ramadhan yang dianjurkan oleh ulama-ulama di tanah air indonesia meliputi sebagai berikut:

  1. Puasa: Puasa adalah kewajiban utama selama Bulan Ramadan bagi setiap Muslim dewasa yang sehat secara fisik dan mental. Puasa di Bulan Ramadan melibatkan menahan diri dari makan, minum, dan aktivitas seksual dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
  2. Shalat Tarawih: Shalat Tarawih adalah shalat sunnah yang dilakukan setelah shalat Isya' selama Bulan Ramadan. Biasanya, shalat Tarawih dilakukan secara berjamaah di masjid.
  3. Membaca Al-Quran: Bulan Ramadan adalah waktu yang sangat baik untuk meningkatkan bacaan Al-Quran. Banyak umat Islam yang berusaha untuk menyelesaikan membaca Al-Quran selama bulan ini, dengan membagi bacaan sesuai jadwal harian.
  4. Bersedekah dan Memberi Sedekah: Memberi sedekah dan bersedekah adalah amalan yang sangat dianjurkan, terutama selama Bulan Ramadan. Banyak umat Islam yang mengambil kesempatan ini untuk memberikan bantuan kepada yang membutuhkan.
  5. Berzikir dan Berdoa: Memperbanyak zikir dan doa adalah amalan yang sangat dianjurkan selama Bulan Ramadan. Momen ini merupakan waktu yang baik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berzikir dan berdoa.
  6. Mengendalikan Diri: Selain amalan-amalan ibadah, mengendalikan diri dari perbuatan buruk seperti berkata-kata kasar, berbohong, atau melakukan dosa-dosa lainnya juga sangat penting selama Bulan Ramadan.
  7. Memperbanyak I'tikaf: I'tikaf adalah amalan sunnah di mana seseorang menetap di masjid untuk beribadah dan berzikir. Memperbanyak i'tikaf di malam-malam terakhir Bulan Ramadan merupakan amalan yang sangat dianjurkan.
Ini hanya beberapa contoh amalan utama yang dianjurkan selama Bulan Ramadan. Namun, selain dari ini, setiap amalan baik yang dilakukan dengan ikhlas dan niat yang tulus akan mendapatkan pahala yang besar di bulan yang penuh berkah ini.
Semoga bermanfaat.

Sunday, February 28, 2021

Menghilangkan dari gangguan sihir dan bangsa jin jahat


Berdaasarkan hadist dan ulama-ulama terkemuka di tanah air Indonesia, berdasarkan dari dahwah Alm Syekh Ali Jabeer yang telah memposting video pribadinya  tentang keutamaan surat alfatihah, albaraqah, An nas, Al falaq dan Al Ikhlas tentang bagaimana cara menghilangkan atau terlepas dari sihir dan ganguan jin jahat.

Beliau berpesan lewat video pembelajar tentang keutamaan suratul baqarah, alikhlas,annas,alfalaq. Kita sebagai umat muslim haruslah berpegang teguh pada Alquran dan Alhadist



Berikut cara yang dipraktikan oleh Alm.Syek Ali Jabeer cara mnghilangkan dan membentengi tubuh kita dari gangguan sihir dan jin jahar





1. Pertama yang kalian lakukan adalah berhudhu

Biasakan kita untuk menjaga wudhu, karna manfaat dari wudhu itu sangatlah banyak disamping dapat membersihkan tubuh kita dan juga dapat memberikan kesehatan pada tubuh kita.

biasakan sebelum tidur itu berwudhu, kenapa? karena dengan berwudhu kita dalam keadaan suci dan bersih.

2. Membaca Surat Alfatihah

Kenapa kita harus membaca alfatihah? Karena surata alfatihah adalah surat pembuka dari surat-surat lain, adapun banyak sekali keutamaan dari surat Alfatihah. Nanti saya akan membahas tentang keutamaan surat alfatihah

3. Membaca Surat Albaqarah 3 ayat terakhir

4. Membaca Surat Al Ikhlas sebanyak 3x

5. Membaca Surat Al falaq

6. Membaca Surat Al Annas

Setelah semua membaca surat diatas semua lalu ditiupkan ketangan, lalu dibasuhkan keseluruh badan. begitulah yang diajarkan oleh guru kita Alm Syekh Ali Jabeer semoga bermanfaat

Thursday, April 11, 2019

Amalan yang merubah hidup dalam 1 bulan

Bedasarkan kajian yang saya ikuti pada liqo-liqo Ustadz Adi Hidayat, dengan tema

40 Rakaat dapat merubah hidup kita,


amalan-amalan yang berubah kehidupan kita akan lebih baik adalah dengan melakukan amalan yang tebaik menurut allah swt.,
adapun amalannya sebagai berikut





  1. kerjakan shalat fardhu 17 rakaat
  2. kerjakan shalat malam (tahajud ) 11 rakaat
  3. kerjakan shalat rawatib 12 rakaat
Yang dimaksud dengan mengerjakan shalat fardhu ialah mengerjakan shalat seperti biasa, shalat shubuh 2 rakaat, shalat dzuhur 4 rakaat, shalat ashar 4 rakaat, shalat magrib 3 rakaat dan shalat isya 4 rakaat .
sedangkan yang dimaksud dengan shalat malam( tahajud) ialah shalat yang dikerjakan dimalam hari setalah tidur adapun lebih detail shalat malam diliet artiket sebelumnya yang saya posting beberapa lalu yaitu

Pentingnya Shalat Tahajud

.
dan shalat rawatib ialah shalat yang dikerjakan sebelum shalat wajib (shalat fardu) adapun diantaranya sebagai berikut :
2 rakaat sebelum shubuh, 4 rakaat sebelum dzuhur, 2 rakaat setelah dzuhur, 2 rakaat setelah magrib dam 2 rakaat setelah isya.

semoga kita istiqomah menjalan perintah tersebut dan merubah kehidupan kita agar lebih baik,
semoga bermanfaat

Shalat Lima Waktu Dapat Menggugurkan Dosa


Kita telah diperintahkan untuk bertakwa kepada Allah Ta’ala tatkala kita berada dalam keadaan sendirian maupun di hadapan orang banyak. Namun sudah merupakan kepastian dalam melakukan ketaatan tersebut, terkadang kita lalai. Boleh jadi kita meninggalkan hal yang diperintahkan atau terjerumus dalam hal yang dilarang. Ketika dalam keadaan demikian, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun memerintahkan kita untuk menghapus kejelekan tersebut dengan kebajikan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberikan sebuah nasehat berharga kepada Abu Dzar Al Ghifariy Jundub bin Junadah,

اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

“Bertakwalah kepada Allah di mana saja kamu berada dan ikutkanlah kejelekan dengan kebaikan, niscaya kebaikan akan menghapuskannya dan berakhlaqlah dengan sesama dengan akhlaq yang baik.” (HR. Tirmidzi no. 1987. Abu Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan lighoirihi, hasan dilihat dari jalur lain. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib 2655).
Allah Ta’ala juga berfirman,

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ

“Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (QS. Hud: 114).
Ketika Allah menceritakan sifat-sifat orang yang bertakwa, Allah pun berfirman,

إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ

“Apabila mereka mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka.” (QS. Ali Imran: 135). Ayat ini menunjukkan bahwa sifat orang yang bertakwa adalah terkadang terjerumus dalam dosa-dosa besar (faahisyah) dan juga dosa-dosa kecil (zhulmun nafs). Akan tetapi mereka tidak terus menerus berbuat dosa. Bahkan mereka mengingat Allah setelah mereka terjerumus dalam dosa tersebut. Mereka pun memohon ampunan kepada-Nya dan bertaubat.

Shalat Lima Waktu Pelebur Dosa


Maksud “perbuatan-perbuatan yang baik” dalam surat Huud ayat 14 di atas adalah shalat lima waktu. Karena ayat ini dalam konteks membicarakan masalah shalat. Tafsiran ini adalah tafsiran dari Ibnu Mas’ud, Ibnu ‘Abbas, Mujahid dan mayoritas ulama.[1] Sedangkan yang dimaksud dengan perbuatan-perbuatan yang buruk dalam ayat tersebut adalah dosa-dosa kecil dan bukan semua dosa.[2] Tafsiran ini berdasarkan pada sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

“Antara shalat yang lima waktu, antara jum’at yang satu dan jum’at berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, di antara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim no. 233).
Bahkan dikuatkan pula dengan ayat dalam surat An Nisa’,

إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا
“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).” (QS. An Nisa’: 31).

“Kesalahan-kesalahanmu” ditafsirkan dengan dosa-dosamu yang kecil sebagaimana yang dikatakan oleh As Sudiy[3]. Dalam tafsir Al Jalalain juga dikatakan bahwa yang dimaksudkan adalah dosa-dosa kecil dan dosa tersebut dihapus dengan ketaatan.
Penjelasan di atas menunjukkan bahwa dosa-dosa kecil bisa terhapus dengan amalan ketaatan, di antaranya adalah shalat wajib. Antara shalat Shubuh dan Zhuhur, Ashar dan Maghrib, Maghrib dan Isya, Isya dan Shubuh, di dalamnya terdapat pengampunan dosa (yaitu dosa kecil) dengan sebab melaksanakan shalat lima waktu.
Namun perlu diketahui bahwa dosa-dosa kecil ini bisa terhapus dengan amalan wajib apabila seseorang menjauhi dosa-dosa besar. Pendapat inilah yang dianut mayoritas ulama salaf. Artinya, menjauhi dosa besar merupakan syarat agar dosa kecil itu bisa dihapus dengan amalan-amalan wajib. Jika dosa besar tidak dijauhi, maka dosa kecil tidak bisa terhapus dengan sekedar melakukan amalan wajib.
Ibnu Mas’ud mengatakan, “Shalat lima waktu menghapuskan setiap dosa di antara waktu-waktu tersebut selama seseorang menjauhi dosa besar.”
Salman mengatakan, “Jagalah shalat lima waktu karena shalat lima waktu adalah pelebur dosa yang diperbuat tubuh ini selama seseorang tidak melakukan dosa pembunuhan.”
Adapun dosa besar bisa terhapus dengan taubat nashuhah[9]. Yang namanya taubat adalah dengan menyesali setiap dosa, bertekad untuk tidak mengulanginya lagi, tidak terus menerus dalam dosa.
Semoga Allah mengampuni setiap dosa kita dan memberi taufik untuk menjadi lebih baik dengan bertaubat pada-Nya.

Semoga sajian yang singkat ini bermanfaat.

Wednesday, December 26, 2018

Pentingnya Shalat Tahajud

Ibadah tengah malam adalah ibadah untuk memperkuat mental manusia allah berfirman: dalam surat Al-Muzammil:6


karena itulah orang-orang dalam terdahalu mendawamkan shalat tahajud dan memuajat dalam malam hari.
nabi muhamad SAW bersabda:




nabi muhammad SAW menyuruh kita untuk shalat tahajud adalah shalat yang abdol sesudah shalat wajib dalam hadistnya :

Allah berfirman untuk shalat tahajud dalam surat Al-Isra:79


shalat tahajud adalah shalatnya orang soleh terdahulu.

Monday, December 17, 2018

7 SUNAH ROSUL YANG BISA KITA DAWAMKAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI HARI

Rosulullah adalah seorang manusia yang suci menjadi suri taulandan terbaik dimuka bumi ini, beliau adalah maha guru yang patut kita contoh akhlak dan budi pekertinya. Agar kita senantiasa menjadi umat yang benar-benar taat dan berkualiti.
Beliau adalah manusia yang terpilih yang dipilih oleh alla swt untuk menuntun kita menuju jalan yang lurus, maka apabila kita ingin selamat dunia akhirat maka hendaknya ikutilah langkah-langkah beliau. Ikuti sunah-sunah yang menjadi ketetapan agar
menjadikan hidup kita lebih bermakna dan menjafikan kualiti diri lebih baik, tentunya untuk mengejar dunia akhirat yang kekkal abadi.
Berikut adalah 7 sunnah Rasulullah yang paling utama dalam kehidupan sehari-hari,hendaknya kita lakukan agar senantiasa hidup kita berada dijalan yang lurus dan tidak rugi apabila sampai hari perhitungan nanti
yaitu diantaranya sebagai berikuT:
  1. Shalat Tahajud
Semua rasul, nabi, kekasih allah dan para ualam salaf tidak meninggalkan shalat tahajud. Ini merupakan ciri orang soleh dan ikhlas.
Dalam rangkai sahabat Ali Bin Thalib menyatakan bahwa salah satu dari obatnya hati adalah shalat malam dan tahajud. Dan allah swt berfirman:

أَقِمِ الصَّلاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا (٧٨) وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا (٧٩) وَقُلْ رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا  نَصِيرًا  (٨٠) وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا  (٨١) وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلا خَسَارًا (٨٢

yang artinya:
78. Laksanakanlah shalat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam[25] dan (laksanakan pula shalat) Subuh[26]. Sungguh, shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)[27].
79. Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu[28]; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji[29].
80. [30]Dan katakanlah (Muhammad), "Ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar[31] dan keluarkan (pula) aku[32] ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku)[33].
81. [34]Dan Katakanlah[35], "Kebenaran[36] telah datang dan yang batil[37] telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap[38].
82. Dan Kami turunkan dari Al Quran (sesuatu) yang menjadi penawar[39] dan rahmat[40] bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim[41] (Al Quran itu) hanya akan menambah kerugian[42].
 untuk belih detailnya baca : Keutamaan Shalat Tahajud Berdasarakan Dalil dan Hadits